Lewat Forum Daring Bawaslu, Srikandi Papua Diajak Ambil Peran Inklusif dalam Demokrasi
|
Merauke – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Merauke mengikuti kegiatan diskusi publik secara daring melalui platform Zoom yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Papua Selatan. Kegiatan tersebut mengangkat tema "Peran Srikandi Papua dalam Mengawal Demokrasi" sebagai upaya mendorong kontribusi aktif perempuan Papua dalam kehidupan politik serta pengawasan penyelenggaraan pemilu.
Diskusi publik ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang berbagi gagasan untuk memperkuat peran dan partisipasi perempuan, khususnya di Tanah Papua, dalam mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan perempuan sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman dan peran strategis dalam penyelenggaraan pemilu, yaitu Ibu Regina Gembenop, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Papua Barat Daya; Ibu Theresia Mahuze, S.H., Ketua KPU Provinsi Papua Selatan; serta Ibu Yustina Weyrop, S.E., Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi (PP Datin) Bawaslu Provinsi Papua Selatan.
Dalam pemaparannya, Regina Gembenop menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pencegahan pelanggaran pemilu, terutama melalui pendekatan komunikasi yang persuasif dan kedekatan dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, keterlibatan perempuan mampu memperkuat upaya edukasi politik sekaligus meminimalkan potensi konflik dalam setiap tahapan pemilu.
Sementara itu, Theresia Mahuze menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu. Ia menyampaikan bahwa KPU terus berkomitmen menjamin terpenuhinya hak-hak politik perempuan, baik sebagai pemilih maupun sebagai peserta pemilu. Ia juga mengajak perempuan Papua untuk percaya diri mengambil peran kepemimpinan dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi.
Pada kesempatan yang sama, Yustina Weyrop memaparkan pentingnya keterbukaan informasi, pemanfaatan data kepemiluan, serta keberanian masyarakat, khususnya perempuan, dalam menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu melalui mekanisme pengawasan yang telah disediakan oleh Bawaslu.
Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Merauke dalam diskusi publik ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kapasitas jajaran pengawas pemilu sekaligus memperkuat perspektif kesetaraan gender dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Melalui forum ini diharapkan semakin banyak perempuan Papua yang berperan aktif sebagai pelopor pengawasan partisipatif dan menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi di Tanah Papua.
Penulis : Rustan Pangontong
Editor : Siti Alfiyya