KEGIATAN KONSOLIDASI DEMOKRASI DAN UJI PETIK BERLANGSUNG DI KANTOR KAMPUNG TELAGASARI, SALOR
|
Merauke – Dalam upaya memperkuat pengawasan dan memastikan proses demokrasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Merauke melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dan Uji Petik yang berlangsung di Kantor Kampung Telagasari, Distrik Salor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu Merauke dalam melakukan pengawasan secara langsung di tingkat kampung serta membangun sinergi dengan pemerintah kampung dan masyarakat. Melalui kegiatan konsolidasi ini, Bawaslu juga memberikan pemahaman terkait pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi serta memastikan setiap tahapan pemilu berjalan secara jujur, adil, dan transparan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu Kabupaten Merauke melakukan dialog bersama aparat kampung dan masyarakat setempat guna menggali informasi serta melakukan uji petik terhadap pelaksanaan pengawasan di tingkat kampung. Uji petik ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh data, informasi, serta proses yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain itu, Bawaslu Merauke juga memberikan imbauan kepada pemerintah kampung dan masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas serta meningkatkan partisipasi dalam pengawasan pemilu. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting sebagai bentuk pengawasan bersama agar setiap potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.
Kegiatan Konsolidasi Demokrasi dan Uji Petik ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Bawaslu dengan pemerintah kampung. Dengan adanya sinergi yang baik, diharapkan pengawasan pemilu di tingkat akar rumput dapat berjalan lebih efektif dan maksimal.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Merauke menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga dan mengawal proses demokrasi agar tetap berintegritas serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.Dalam kegiatan konsolidasi yang digelar bersama sejumlah pihak terkait, muncul sejumlah catatan penting mengenai upaya memperkuat kualitas demokrasi dan meminimalisir praktik politik uang.
Selain itu, forum juga menyoroti masih kurangnya efektivitas sosialisasi pendidikan politik kepada masyarakat. Selama ini, kegiatan sosialisasi dinilai hanya dilakukan saat memasuki tahapan pemilu atau pilkada, sehingga dampaknya kurang maksimal. Para peserta menilai bahwa pendidikan politik seharusnya dilakukan secara berkelanjutan dan dipersiapkan jauh hari, bahkan di luar tahapan pemilu, agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya memilih secara rasional dan bebas dari pengaruh uang.
Di sisi lain, partai politik juga didorong untuk lebih serius dalam mempersiapkan para calon legislatif yang akan diusung. Persiapan yang matang, baik dari segi kapasitas, integritas, maupun pemahaman terhadap etika politik, dianggap menjadi kunci untuk menghadirkan kontestasi politik yang sehat serta mengurangi potensi terjadinya praktik politik uang di lapangan.
Penulis dan Foto: Siti Alfiyya
Editor : Ganis