Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU MERAUKE HADIRI NGABUBURIT PENGAWASAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH BAWASLU PROVINSI PAPUA SELATAN

Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Merauke Bersama Bawaslu Papua Selatan Bahas Penguatan Demokrasi

Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Merauke Bersama Bawaslu Papua Selatan Bahas Penguatan Demokrasi, Jumat 06 Maret 2026

Merauke – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Merauke menyampaikan strategi penguatan kelembagaan pengawasan pemilu dengan menekankan pentingnya membangun ekosistem kerja yang solid di antara seluruh jajaran pengawas, khususnya pengawas ad hoc di lapangan.

Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa salah satu poin paling penting dalam membangun kelembagaan pengawasan adalah memberikan ruang yang kuat bagi para pengawas ad hoc. Menurutnya, para pengawas yang bertugas langsung di lapangan memiliki perspektif yang sangat penting dalam melihat bagaimana konstelasi pemilu dan pemilihan berlangsung di masyarakat.

“Ekosistem sebuah kelembagaan harus memberikan ruang kepada teman-teman pengawas ad hoc. Dari perspektif mereka di lapangan, kita bisa melihat secara langsung seperti apa konstelasi pemilu dan pemilihan yang terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa pelaksanaan pemilu dan pemilihan tahun 2024 menghadapi berbagai tantangan. Salah satu isu penting yang menjadi perhatian adalah proses perekrutan serta kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu.

Menurutnya, penguatan SDM menjadi mata rantai penting yang harus dipahami dan dibangun bersama sebagai bagian dari ekosistem pengawasan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas diharapkan dapat terus menjaga hubungan kerja yang baik.

“Kapan pun dan di mana pun kita harus bisa saling berhubungan baik sebagai kolega. Ini adalah bagian dari investasi sosial kita untuk menghasilkan pemilu yang berkeadilan,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Merauke menekankan pentingnya membangun “sambung rasa” di antara seluruh jajaran pengawas pemilu. Ia menilai bahwa kesolidan dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas pengawasan secara efektif.

Dengan terbangunnya komunikasi yang baik serta solidaritas yang kuat di dalam kelembagaan, diharapkan pengawasan pemilu dapat berjalan lebih optimal dan mampu menjaga kualitas demokrasi, khususnya di Kabupaten Merauke.

Selanjutnya Ganis Kordiv P2H Bawaslu Merauke menyampaikan, Bawaslu Kabupaten Merauke terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran demokrasi melalui berbagai program pendidikan dan pengawasan partisipatif. Salah satu mekanisme yang ditempuh adalah dengan memberikan pelatihan awal kepada masyarakat serta memperluas sosialisasi mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.

Sebagai langkah awal, Bawaslu Merauke telah melakukan kegiatan go to campus untuk melibatkan kalangan akademisi dan mahasiswa dalam proses pendidikan demokrasi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami mekanisme pengawasan pemilu sekaligus meningkatkan literasi informasi, termasuk menelaah mana berita yang baik dan mana yang tidak akurat terkait proses pemilu serta para calon peserta pemilu.

Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Merauke mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama pada aspek teknis di tingkat Panitia Pengawas Distrik (Pandis) dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan. Namun demikian, penguatan pengawasan partisipatif tetap menjadi fokus utama yang terus didorong.

Memasuki tahun 2026, sosialisasi mengenai pengawasan partisipatif mulai lebih digalakkan kepada masyarakat luas. Selain itu, Bawaslu Merauke juga menyiapkan program pembinaan melalui Saka Adhyasta Pemilu, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan pemilu sejak usia muda.

Tidak hanya itu, melalui program Bawaslu Mengajar, lembaga tersebut juga aktif memberikan materi tentang demokrasi di tingkat SMA hingga perguruan tinggi. Bahkan salah satu kampus di Merauke secara khusus meminta Bawaslu untuk memberikan kuliah mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu.

Melalui berbagai program tersebut, Bawaslu Merauke berharap partisipasi masyarakat dalam mengawasi proses demokrasi semakin meningkat. Proses pembinaan dan pendidikan demokrasi ini juga tengah disusun secara berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan menuju pemilu yang lebih baik pada tahun 2029.

Penulis dan Foto : Siti Alfiyya

Editor : Ganis