Lompat ke isi utama

Berita

Evaluasi Rekrutmen P2P 2026, Dorong Keterlibatan Alumni dan Strategi Lebih Efektif

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026, dilakukan evaluasi terhadap progres rekrutmen peserta. Rabu, (29/04/2026).

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026, dilakukan evaluasi terhadap progres rekrutmen peserta. Rabu, (29/04/2026).

Merauke- Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026, dilakukan evaluasi terhadap progres rekrutmen peserta. Evaluasi ini menjadi langkah penting dengan berkaca pada pelaksanaan tahun 2025, di mana proses rekrutmen yang dilakukan secara daring masih menghadapi sejumlah kendala.

Salah satu tujuan utama evaluasi ini adalah memastikan agar permasalahan serupa tidak terulang pada rekrutmen P2P tahun 2026. Selain itu, forum juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan alumni P2P 2025. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, keterlibatan alumni dinilai masih minim, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan.

Dengan adanya kebijakan efisiensi, seluruh pihak diharapkan mampu menyusun strategi yang lebih efektif dan terarah dalam pelaksanaan program P2P. Pendekatan yang lebih inovatif dinilai diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan maksimal dengan sumber daya yang tersedia.

Dalam kesempatan tersebut, Ganis menyampaikan bahwa jumlah pendaftar P2P di Merauke saat ini mencapai delapan orang. Angka ini menjadi salah satu indikator awal dalam melihat antusiasme masyarakat terhadap program tersebut.

Rapat juga membahas berbagai capaian yang telah diraih, mulai dari jumlah pendaftar, proses seleksi, hingga kesiapan pelaksanaan pendidikan bagi calon pengawas partisipatif. Di sisi lain, sejumlah kendala di lapangan turut menjadi perhatian, seperti keterbatasan akses di beberapa wilayah serta perlunya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.

Para peserta rapat menekankan pentingnya peran pengawas partisipatif dalam mendukung pengawasan yang transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, kualitas rekrutmen dan proses pendidikan menjadi fokus utama guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.

Melalui rapat ini, diharapkan koordinasi antar pihak semakin solid sehingga pelaksanaan program P2P, khususnya di Papua Selatan, dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem pengawasan partisipatif di daerah.

 

Penulis dan Foto : Siti Alfiyya

Editor : Ganis