Bawaslu Merauke Perkuat Sinergi Dengan Mahasiswa Melalui Konsolidasi Demokrasi
|
Merauke, 2 Oktober 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Merauke terus memperkuat sinergi dengan kalangan mahasiswa melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi yang berintegritas.
Kegiatan konsolidasi demokrasi tersebut menjadi ruang dialog dan komunikasi antara Bawaslu Kabupaten Merauke dengan mahasiswa untuk membahas berbagai isu kepemiluan, khususnya pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Merauke menekankan bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi.
Mahasiswa diharapkan dapat mengambil bagian dalam menyampaikan informasi kepemiluan yang benar, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta berperan aktif dalam mencegah potensi pelanggaran Pemilu. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi, diskusi publik, serta penyebarluasan informasi yang bersifat informatif dan edukatif.
Melalui forum ini, Bawaslu Merauke juga mendorong mahasiswa untuk memahami berbagai bentuk kerawanan Pemilu, seperti politik uang, penyebaran berita bohong atau hoaks, politisasi isu SARA, serta pentingnya menjaga netralitas pihak-pihak yang dilarang terlibat dalam politik praktis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Konsolidasi demokrasi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa agar tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak pilihnya, tetapi turut berperan dalam memastikan setiap tahapan demokrasi berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan akuntabel.
Bawaslu Kabupaten Merauke memandang bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun budaya pengawasan partisipatif. Dengan pengetahuan dan kepedulian terhadap isu kepemiluan, mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan demokrasi kepada masyarakat luas.
Selain memperkuat pemahaman kepemiluan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan pendidikan politik, sosialisasi pengawasan partisipatif, serta pengembangan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.
Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Merauke berharap terbangun hubungan kemitraan yang semakin erat dengan mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Merauke. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan masyarakat yang sadar akan hak dan tanggung jawab politiknya.
Bawaslu Kabupaten Merauke berkomitmen untuk terus memperluas ruang partisipasi publik melalui kegiatan edukasi dan konsolidasi demokrasi. Dengan semangat kolaborasi bersama mahasiswa, pengawasan partisipatif diharapkan semakin tumbuh sebagai gerakan bersama dalam mengawal demokrasi yang bermartabat dan berintegritas.
Penulis : Siti Alfiyya
Editor : Ganis